Hari Gini Masih Marketing Online Gaya Spammer?

Dulu, sekitar 8 tahun yang lalu, teknik SPAM Email masih banyak manfaatnya untuk marketing online, minimal menurut pengalaman saya. Dulu ketika smartphone baru muncul, teknik SPAM SMS masih bermanfaat untuk mendapatkan pengunjung web atau mungkin pembelian, entahlah, saya tidak pernah pakai teknik SMS.

spam-wordpress

Spam adalah surel, pesan, informasi tidak etis yang dikirim secara masif kepada banyak orang sekaligus tanpa pandang bulu. Kumpulkan alamat email, lalu kirim iklan sebanyak-banyaknya dan terus menerus. Tidak peduli siapa yang kita kirim dan apakah dia tertarik dengan jasa atau produk yang kita tawarkan. Hajar saja.

Itu sangat tidak etis, tapi pada saat itu spam filter belum terlalu canggih. Sejujurnya, saya sendiri saat itu melakukannya. Saya masih belum tahu tentang etis dan tidak etis. Semua orang melakukan, saya pikir memang begitu caranya marketing online gratisan. Faktanya, lumayan efektif. Bulan pertama jadi penjahat email, saya mendapat penjualan bersih Rp 500.000,- dalam dua minggu. Untuk anak kuliahan, itu lumayan besar.

Setelah saya membaca banyak artikel tentang kerugian menjadi seorang spammer dan setelah spam filter email semakin baik, saya sadar ada yang tidak beres. Menjadi spammer akan menurunkan kredibilitas kita di mata google email bahkan bisa sampai akun di-banned. Itu tidak masalah, buat saja email baru, begitu bukan?

Tidak semudah itu sekarang. Email baru yang tidak punya sejarah terhubung dengan email yang kita tuju, akan selalu dalam bayang-bayang spam. Si penerima bila tidak nyaman cukup klik satu tombol, maka jadilah kita masuk kategori spammer bagi dia. Setelah itu, segala email berikutnya tidak akan pernah dia baca karena memang otomatis terbuang ke ruang spam di emailnya. Sia-sia.

Sekarang, Spammer adalah tindakan yang sangat tidak efektif untuk marketing online. Banyak orang sudah melek teknologi dan dengan cepat membedakan mana email spam dan mana email yang sungguh mereka inginkan. Hubungan interpersonal (manusia ke manusia) menjadi ditekankan dalam internet marketing yang etis.

Seseorang yang mengenal betul kredibilitas manusia yang menawarkan produknya, akan lebih mudah membeli dari pada mendapat email tidak jelas walaupun websitenya berdesain menarik ketika di-klik.

Dalam seminggu, selalu ada SMS Spam yang masuk ke handphone saya. Tidak ada satu pun yang saya baca. Langsung delete, selesai. Di Indonesia, membeli nomor baru terlalu murah, jadi bila ada nomor yang saya tidak kenal dan tahu-tahu menawarkan hal gratis atau produk gratis, pasti nanti akan ada masalah. 100% pasti, garansi masalah.

Kalau kamu ingin memasarkan produk online kamu gratis, lakukan dengan cara interpersonal itu solusinya. Lakukan sebagai manusia ke manusia. Bisa dengan membuat akun Facebook atau Instagram, menjelaskan produk, ngobrol dengan calon pembeli, lalu closing! Nanti akan ada testimoni kepuasan seiring dengan bertambahnya followers, nah di situlah saat musim panen datang. Jaga pelayanan dan jaga kualitas produk, maka aman.

Kalau kamu terlalu sibuk memasarkan online dengan cara interpersonal, ya carilah cara berbayar. Pasang iklan. Hampir semua sosial media website sudah menggunakan logika baru dalam memasang iklan demi efisiensi. Contoh saja ya, seandainya produk kamu “Gunting Rambut” dan lokasi kamu di “Jakarta”, maka iklan kamu hanya akan ditampilkan ke orang yang berprofesi sebagai Tukang Cukur, orang yang sering browsing tentang Alat Cukur dan semacamnya, dan diutamakan yang berdomisili di “Jakarta dan radius tertentu”.

Begitu dulu saja ya. Jauhkan tindakan Spam bila kamu sungguh ingin menjaga etika dalam berbisnis online. Kelanggengan bisnis apapun biasanya berkaitan dengan kredibilitas penjualnya. Seorang Spammer sulit untuk dianggap memiliki kredibilitas sebagai manusia yang baik. Saya memasarkan produknya saja sudah sembarangan, jangan-jangan kualitas produk dan pelayanannya juga, begitu mungkin pikir calon pembelimu nanti.

Share tulisan ini di FB ya kalau kamu merasa bermanfaat. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s