Review Nokia 6 Sambil Menunggu Rilis di Indonesia

Beberapa bulan terakhir ini, saya penasaran sekali dengan Nokia 6. Siapa yang tidak kenal “Nokia”? Nokia adalah Raja Diraja sebelum era smartphone. HMD Global, perusahaan asal Finlandia yang menjadi pengembang handphone merk Nokia, akhirnya merilis smartphone terbaru untuk pasar menengah, Nokia 6. Apakah produk terbaru Nokia berbasis Android ini dapat kembali meraja di pasar setelah kegagalannya menjual smartphone berbasis Windows?

Dengan bantuan review dari website Unbox yang berasal dari Filipina (sepertinya di sana sudah dirilis? entahlah, yang jelas market pasar Nokia 6 yang mereka beli, sebenarnya ditujukan untuk pemasaran di China), saya ingin berbagi informasi tentang produk andalan baru Nokia ini.

nokia-6-5nokia-6-3

Ini spesifikasi singkat Nokia 6

Qualcomm Snapdragon 430 octa-core processor

Adreno 505 GPU

5.5-inch full HD display, 2.5D glass, 1920 x 1080 resolution

4GB RAM

64GB internal storage expandable storage up to 128GB via microSD

16-megapixel rear camera, f/2.0 aperture, PDAF, Laser AF, Dual-tone LED flash

8-megapixel front camera, f/2.0 aperture

Dual SIM (Hybrid Tray)

3G, LTE

WiFi, Bluetooth, GPS, A-GPS, Fingerprint scanner

3000mAh battery with fast charging

Android 7.0 Nougat

nokia-6-2

Desain Nokia 6 dikabarkan lebih disukai dibandingkan Nokia Lumia. Tampilan layar lebih cerah dengan balutan metal body di seluruh ‘tubuh’ si Nokia 6. Model metal body ini khas untuk smartphone pasar menengah. Bagian belakang ditambahkan matte berwarna gelap elegan sehingga menempel di genggaman. Sayangnya, bagian belakang casing cenderung memiliki daya magnet. Sejauh ini belum ada casing yang dijual untuk Nokia 6.

Sisi sebelah kanan bodi Nokia 6, akan kamu temukan tombol volume dan power. Keduanya dibalut dengan lapisan chrome. Pada bagian bawah bodi, terdapat headphone port, micro USB port, dan speaker. Sisi sebelah kiri tempat SIM Tray tempat kamu menaruh Sim Card, seperti biasa, dibukanya harus pakai peniti-sim-card. Ruang penyimpanan (ROM) sebenarnya sudah cukup besar, 64 GB, tapi kamu bisa tambahkan sampai 128 GB dengan MicroSD Card. Mantap.

Dengan display Full HD 5.5 inci dan 403 piksel per inci, Nokia 6 dijanjikan akan memanjakan mata kita. Hebatnya, rasio layar dengan bodi 70.3 persen jadi mengurangi kesan ‘bingkai hitam’ di sekeliling layar. Tombol home juga sudah dilengkapi fingerprint scanner untuk mengunci.

Mengenai kemampuan speaker saat pengetesan, Unbox menemukan kemampuan stereo yang melampaui ekspektasi. Ini bukan hal baru pada produk Nokia, namun kali ini cukup melampaui ekspektasi. Bukan yang terlalu wah, tapi melampaui harapan.

Menariknya, pengetesan tidak bisa banyak berlanjut karena tidak adanya instalasi Google Play pada Nokia 6 yang mereka beli. Usaha instalasi langsung pun gagal. Selain itu, aplikasi Gmail tidak dapat diinstal. Untuk aplikasi sosial media, aplikasi chat, tidak ada masalah. Sementara, untuk melihat Youtube, mereka menggunakan browser.

Dengan tidak adanya Google Play, maka instalasi beberapa aplikasi harus ke sumber langsung. Pengetesan pada game yang membutuhkan grafis tinggi seperti game racing Asphalt 8 dan NBA 2K17, tidak ada masalah, namun disarankan untuk NBA 2K17 menggunakan setingan yang lebih rendah supaya lebih lembut saja pergerakan grafisnya.

nokia-6-7

Market pasar Nokia 6 yang dianalisa Unbox sebenarnya ditujukan untuk market China, jadi pada beberapa bagian, masih berbahasa China sekalipun sudah diubah setting bahasanya ke Inggris.

Bagaimana soal kemampuan kamera? Sangat cukup untuk memuaskan pasar menengah dengan 16 mega piksel kamera belakang (f/2.0) dan 8 mega piksel kamera depan (f/2.0). Kamera belakang juga dilengkapi sensor PDAF dan Laser AF. Secara garis besar, kamera cukup memuaskan walaupun white balance cenderung mengarah ke tones warna yang warm dan tetap ada bintik-bintik noise bila kurang pencahayaan, kata Unbox. Namun semua itu masih dalam kategori wajar.

Baterai menggunakan 3000 mAh dan sudah fast charging. Disarankan tetap mengisi baterai sampai penuh sebelum dibawa keluar rumah atau berangkat kerja karena proses instalasi aplikasi memakan banyak energi baterai. Ini tetap masih batas wajar lah, menurut analisa Unbox.

nokia-6-9

Jadi bagaimana, apakah Nokia 6 cukup bisa diandalkan dan sesuai dengan harganya?

Dengan harga 18.590 Pesso (Php) atau sekitar Rp 5 juta, lebih baik kamu menahan diri untuk membeli smartphone Nokia 6 ini, terutama karena tidak adanya global ROM seperti Google Play dan beberapa aplikasi Google penting yang lainnya. Tidak adanya aplikasi itu membuat apapun yang ada di dalam kecanggihan Nokia 6, kurang bisa tereksplor. Tunggu sampai ada rilis resmi dari Nokia di Indonesia dan pastikan global ROM berfungsi seperti handphone Android pada umumnya.

Yang patut disayangkan lagi, harga perkiraan Nokia 6 ini berbeda jauh dengan rumor sebelumnya. Bila sebelumnya diperkirakan hanya antara Rp 3.2 juta – Rp 3.7 juta yang sangat pas dengan pasar menengah, ternyata kenyataannya dijual di market China dengan harga Rp 5 jutaan. Harga mungkin saja masih dapat berubah. Bila kembali ke harga rumor, gadget ini patut diperhitungkan.

Share tulisan ini di FB ya kalau kamu merasa bermanfaat. 🙂

Source : Unbox

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s