Menulis Blog Jangan Panjang-panjang? Ini Alasannya.

Melanjutkan tulisan tentang 23 Cara Menarik Traffic Blog, pada kesempatan ini saya akan berbagi dengan kamu tentang Alasan Menulis Blog Jangan Panjang-panjang.

 

  • Rata-rata pembaca hanya bertahan 96 detik dalam satu postingan Blog. Kamu harus memperhitungan baik-baik bagaimana caranya dalam waktu yang hanya 1.5 menit lebih 6 detik itu, ide kamu dapat ditangkap oleh pembaca. Buat kalimat seefisien mungkin. Saya sendiri kadang menggunakan Kamus Bahasa Indonesia untuk mencari kata yang paling tepat dan efisien. Setelah itu baca ulang tulisan kamu dan hapus kalimat yang kesannya hanya memanjang-manjangkan saja (khas mahasiswa tukang bikin paper kuliah, hobi memanjangkan kalimat, hehehe)

 

  • SEO (Search Engine Optimization) menunjukkan bahwa postingan yang terlalu singkat dan terlalu panjang kurang mendapat rangking jumlah pembaca. Jadi berapa kata yang paling pas? Blog dalam Bahasa Inggris, cukup 250 kata saja. Dalam Bahasa Indonesia biasanya tinggal di kali 2, jadi 500 kata saja. Bila harus menulis panjang, usahakan tetap di bawah 1.000 kata, baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia.

 

  • Banyaknya postingan berpengaruh pada Search Engine. Makin banyak postingan kamu, makin mudah dibaca Google. Makin mudah terbaca Google, makin banyak yang akan datang ke Blog kamu. Gampangnya begitu. Saya setuju dengan ini, tapi saya kurang setuju dengan Blogger yang postingannya seperti kejar setoran. Banyak postingan, singkat-singkat, tapi suruh klik sini-sana. Apapun dihalalkan demi mendapatkan jumlah klik banyak. Strategi itu bisa dijalankan sih, tapi saya merasa sedikit annoying untuk pembacanya. Jangan korbankan kualitas tulisan demi kuantitas postingan. Apalagi ditambah jebakan iklan di tengah-tengah postingan. Itu bisa saja, tapi rasanya kok kurang etis dan elegan ya. Apa bedanya Blog kamu dengan Blog-blog hoax? Pembaca kamu manusia, bukan mesin, jadi percayalah, suatu hari mereka akan sadar dan meninggalkan kamu.

blog-content

 

  • Panjang pendeknya tulisan, setia bergantung pada topik. Bila memang harus panjang karena topiknya review produk misalnya, ya silahkan. Tapi tidak perlu memanjang-manjangkan tulisan yang sebenarnya topiknya berita biasa.

 

  • Menguasai topik dan tahu kapan harus mengakhiri tulisan. Pelajari baik-baik dulu topik yang akan kamu tulis, lalu tulis seefisien mungkin. Ketika memang sudah tidak ada lagi yang ingin kamu sampaikan, stop saja tulisan. Bila ternyata tulisan masih terlalu singkat, berarti mungkin saja info yang kamu dapatkan belum lengkap. Cari informasi lagi untuk menambah kualitas postingan, bukan dengan memanjang-manjangkan kalimat. Bila perlu, akhiri dengan kesimpulan kalimat yang kuat, yang akan membekas di pembaca kamu.

Demikian tulisan saya tentang Alasan Menulis Blog Tidak Perlu Panjang-panjang. Semoga membantu kamu untuk menemukan gaya penulisan paling asyik sebagai seorang Blogger. Temukan gayamu, lalu tuangkan dalam tulisan. Mantap!

Share tulisan ini di FB ya kalau kamu merasa bermanfaat. 🙂

Sumber: ProBlogger, disadur dengan perubahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s